Monday, September 22, 2008

Reuni sekilas lalu

Kata orang ada tiga hal yang bisa membuat kita berkumpul dengan teman-teman lama; pernikahan, kelahiran, dan kematian. Tapi malam itu, di sebuah restoran khas asia minimalis di belakang Jalan Thamrin, 10 orang berkumpul kembali atas nama penderitaan.

Walau tidak lagi dipenuhi keluhan dan umpatan tentang "dia yang namanya malas disebut", kami tetap berbagi tawa dan cerita (baca: gosip) :p. Entah hanya gua atau semua, tapi rasanya tidak lagi seseru dulu, ketika kita masih sama-sama berjuang. Hal itu bukan karena intensitas pertemuan yang renggang, tapi lebih karena kebersamaan yang dulu terasa utuh, telah gumpal di sana-sini. Si ini sudah bermusuhan dengan si itu yang tadinya bersahabat seperti wortel dan buncis. Beberapa orang tidak bisa datang, ada yang sakit, masih lembur, dan beberapa yang mungkin memang malas.

Apa mungkin karena yang menyatukan kita adalah penderitaan jadi "lem nya" kurang rekat. Atau mungkin, memang intensitas waktu saja yang berperan. Akhhh... males mikirnya!

Memang tak banyak kenangan yang bisa disimpan dari malam itu, selain beberapa foto yang kini sudah tepampang di facebook atau friendster para pelakonnya. tapi ada satu harapan yang diam-diam gua titipkan pada rasi bintang di langit cerah malam itu, semoga suatu saat nanti bila reuni ini akan terulang, kita semua bisa berkumpul bersama seperti dulu, tanpa dendam tanpa basa-basi, dan hanya sedikit "dia yang namanya yang malas disebut."

No comments: