Saturday, February 27, 2016

Kehidupan yang tak terbatas


Sore tampak sendu dengan langit abu-abu saat aku mengembalikan dia ke alam. Dia yang tak akan pernah aku ketahui warna matanya, yang tak akan pernah aku dengar celotehnya, yang tak akan pernah membuatku khawatir dengan tingkah remajanya.
Hari itu, setelah melewati malam yang melelahkan, akhirnya papa dan mama bisa melihatmu. Kamu yang baru berumur 4 bulan tampak seperti sedang tertidur nyenyak dalam selaput bening yang memelukmu seperti doa yang tak terlihat tapi melindungi. Bentuk bibirmu milik mama. Tapi orang-orang bilang wajahmu mirip papa.
Entah kenapa papa harus merasakan senangnya pertama kali menjadi bapak dengan begitu menyakitkan. Tapi jawaban tak selalu bisa mengobati, jadi papa berhenti mencari dan mengalihkan energi untuk menerima kenyataan.
Chaka Issai Siswanto = kehidupan yang tak terbatas. Begitu kami menamaimu, karena kematian bukan sebuah akhir tapi sebuah jalan menuju ke kehidupan yang baru. Lahirlah kembali dengan tubuh yang sehat di dalam keluarga yang akan menyayangimu seperti kami menyayangimu.
Pergilah nak dengan tenang. Meski papa dan mama sudah merelakanmu, tapi kamu akan tetap jadi yang pertama buat kita. Kamu akan tetap jadi kakak buat adik-adikmu nanti. Kamu akan tetap jadi cucu kesayangan naynay dan yeye.
Setiap hari di dalam doa tak lupa kami titipkan peluk dan cium untukmu.
Selamat jalan Dedek Chaka.

-papa & mama-