Wednesday, September 30, 2009

How great our dreams is...

...solely depends by fears we have conquer, by one thing that we believe in, by hurts we have cured, by choices we’ll never regret, by failures we're refuse to give in, by heart that have broken so many times, by mistakes we have forgiven, by determination beyond our perception, by hearts we have touched.

Like Reagan once said to his fellow Americans, that “We are too great to limit ourselves to small dreams.”

Useless

Berjuta rasa muncul dengan alasannya sendiri-sendiri
Bergesekan kuat bagai baja dengan baja
Semua sama keras, semua sama bimbang
Melontarkan percikan bunga-bunga api
Ringan ke udara, berputar bagai dandelion
Hingga dinginnya malam menjadikannya abu
Yang dibawa angin jadi debu

Tuesday, September 22, 2009

time flies. do sumthin about it!

Time will grow old on you
Faster than you think
All of your dream
Will turn into the things you wish you should have done
Just like that. In the blink of an eye
Unless you do something about it

Thursday, September 17, 2009

Keberagaman adalah sikap

Malam kemarin ketika masih sedang mencari makna pluralisme untuk tulisan ini, tanpa disangka saya menemukan jawabannya di sebuah toko baju distro yang disesaki beratus anak-anak muda berpenampilan serupa.

Karena suasana begitu sesak, saya yang sudah setengah "giting" oleh bau keringat terpaksa beristirahat di salah satu sudut dan mau tidak mau jadi memperhatikan orang-orang di sekitar. Seorang cowok berambut ala anak band lewat di depan saya diikuti beberapa temannya yang potongan rambut dan gaya berpakaianya mirip. Sayang saya tidak bisa mendengarkan mereka bicara, karena saya yakin cara bicaranya pun pasti setipe.

Salah satu contoh lainnya adalah ketika group band Peter Pan naik daun, hampir semua band baru yang muncul memiliki warna musik yang sama. Sering saya terkecoh mendengar sebuah lagu mirip lagu Peter Pan yang ternyata bukan. Gawatnya lagi, tiba-tiba banyak orang terlihat seperti Ariel-Peter Pan (gaya rambut adalah ciri yang paling mencolok).

Tiba-tiba saya merasa hidup ini begitu miskin. membosankan. Semua orang menjadi serupa.

Bahkan saya pun kadang terjebak di lubang yang sama dan susah untuk keluar dan menunjukan siapa saya sebenarnya.

Karena itu saya mengerti, susah menjadi berbeda tanpa merasa terasing. Seperti alien nyasar. Seakan semua mata memandang aneh. Tapi bagi saya setiap orang harus punya “statement” tentang siapa dirinya.

Tapi apa statement kita?

Bagi saya sederhana saja. Kita adalah bangsa yang plural. Bangsa yang di dalam sebuah toko baju distro saja terdapat berbagai jenis suku, etnis dan latar belakang yang berbeda-beda. Kita harus berani menunjukan perbedaan kita dan menghargai perbedaan orang lain.

Orang jawa jangan hanya bisa berkumpul dengan orang jawa. Orang keturunan Chinese jangan hanya percaya sesamanya, orang batak dengan orang batak, orang ambon dengan orang ambon, dan seterusnya.

intinya, pluralisme bukan sekedar suku, warna kulit, bahasa, budaya tapi juga sikap hidup.

Setiap orang memiliki keunikannya masing-masing yang harusnya saling mengisi dan melengkapi.

Keberagaman tak hanya nyata pada apa yang bisa kita lihat. Justru keberagaman yang sesungguhnya terletak di suatu tempat yang tak bisa kita pegang tapi bisa kita sentuh.

Tuesday, September 8, 2009

Hidup adalah cerita

Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk menahan rasa sakit akan kegagalan. Karena setiap sakit adalah cermin dan setiap kegagalan adalah pelajaran. Dan sudah sewajarnya cermin digunakan sebagai refleksi diri dan setiap pelajaran membuat kita lebih paham, kalau mungkin saja, kita hanya baru sampai menuliskan prolog cerita hidup kita. Masih banyak lembar kosong yang menanti untuk diisi.

Tak ada yang pernah bilang hidup ini mudah, yang ada hidup ini indah.

Gagal itu indah.
Berhasil itu indah.
Salah itu indah.
Benar itu indah.
Malu itu indah.
Berani itu indah.
Marah itu indah.
Cinta itu indah.
Sakit hati itu indah.
Yakin itu indah.
Kecewa itu indah.

Hidup tidak berakhir pada sebuah kegagalan juga tidak pada satu keberhasilan. Hidup itu cerita kawan. Cerita yang engkau rangkai sendiri prolog, inti dan akhirnya.

Friday, September 4, 2009

the dark side

I have tried not to feel bad about myself
It’s been two days test of believing
Yet today I don’t feel less dark than before
And now I lost my grip, drifted back to the abyss

Wednesday, September 2, 2009

a blissful attraction



Keberuntungan hanya datang kepada mereka yang berhati lapang ditumbuhi kebun bunga warna-warni dan sepoi angin yang meniupkan hangat sinar matahari.

Nyokap gua selalu bilang, orang yang banyak rejeki adalah orang yang selalu bahagia. Aneh ya. Ada juga orang yang bahagia adalah orang yang banyak rejeki. Tapi setelah dipikir-pikir kata-kata nyokap gua benar juga.

Penjaga toko yang sedang bahagia akan menarik lebih banyak pelanggan daripada penjaga toko yang lagi BT.

Kita lebih produktif bekerja bila kita sedang bahagia.

Orang yang lebih sering merasa bahagia akan lebih menyenangkan diajak berteman daripada mereka yang selalu murung.

Muka yang sedang bahagia akan lebih enak dilihat daripada muka yang suntuk dan mengutuk.

Karena kalau kita sedang bahagia, ada daya magnet yang menguap keluar dari tubuh kita. Menarik semua-semua yang menyenangkan ke arah kita.

Daya magnet itu bisa juga gua sebut sebagai a blissful attraction.

-Seseorang yang sedang belajar untuk bisa lebih sering bahagia.-