Kalau kita sudah tekad dan nekad mau mencoba
Berarti harus siap dicoba
Kalau tiba-tiba, “cilukba!”, kegagalan muncul
Nyali yang setengah mati berhasil dibujuk datang
Jangan dibiarkan langsung beres-beres terus cabut
Tinggal lah beberapa malam lagi
Tunggu sebentar, sampai badai berlalu
Kalau memang sampai tiga kali bulan tersenyum
Badai yang mendera tak juga mereda
Berbenah lah pelan-pelan sambil berucap syukur
“Terima kasih atas kesempatan untuk mencoba”
Mungkin memang bukan di sana tempatmu
Bukan di sana hatimu
Tapi setidaknya kita sudah mencoba
Setidaknya satu teka-teki terjawab
Gagal itu luka iris yang ditetesi jeruk
Sakitnya berkali-kali
Tapi bangkit dari kegagalan itu es jeruk yang diteguk di saat haus
Segarnya berjuta-juta
Coba lagi, jangan takut mulai dari awal
Hari masih muda, kekhawatiran yang membuatnya tua
Nasib manusia seperti batu besar yang keras
Akan selamanya jadi tak berarti
Atau jadi berarti selamanya tergantung sekuat apa kita memahatnya
Tuesday, July 21, 2009
Thursday, July 16, 2009
MIKIR!
Mikir! Peres tuh otak sampe kering ring ring ring. Terus istirahat deh, biarin otak lo seger. Habis itu, peres lagi, lagi, lagi, lagi, dan lagi! Sampe kering, kering, kering lagi! Di dunia ini, gak ada tuh yang namanya orang goblok, yang ada juga orang males. Males mikir. Kalau gitu, males juga lah hidup memberikan kenyamanan ke mereka yang males. “Peduli amat, males gua mikirinnya.” Cibir si hidup enak sambil buru-buru melengos pergi.
Mikir... Kadang mikirinnya aja udah males. Tapi males mikir berarti elo males hidup enak.
Mikir… yaaaaa gak usah terlalu banyak dipikirin deh. Just think! Period. Mikir aje. titik.
You tell your brain what you want it to do, not the other way around.
Mikir... Kadang mikirinnya aja udah males. Tapi males mikir berarti elo males hidup enak.
Mikir… yaaaaa gak usah terlalu banyak dipikirin deh. Just think! Period. Mikir aje. titik.
You tell your brain what you want it to do, not the other way around.
Fidgety
Sitting alone in this room, I feel like a stranger in my own house. Emptiness feels bitter than ever. Suddenly doubt comes crawling quietly-slowly onto my back, holding, while wickedly putting her lips to my ear and whisper spells to break my defenses.
I woke up and instantly run toward the door. Wanting to feed sunshine-warm to my soul, but outside, all I can found was just darkness. The night has just begun. With bare foot I started walking on to the pavements, passing dark and smelly alleys, toward the crowds; to wherever my heart leads me to.
I saw people I thought I knew become just another faces in the crowd. The things I thought I have, turning into dust in my palm. The road ahead is dark and rocky, I thought I saw light at the end of it, but turns out it's just a vicious flash of the eyes of doubt that lurking behind shadows of the people.
Who am I?
Who are you?
Can we just stop pretending?
Is nowhere, a start? Because I started to questioning, is this the way I want my life to be? Should I change direction and risk everything I have for an unsure reality.
I’m not that strong. I’m not that brave.
Can you just untie your heart and listen to what my heart is dying for?
The night is old and I lost my bold.
I woke up and instantly run toward the door. Wanting to feed sunshine-warm to my soul, but outside, all I can found was just darkness. The night has just begun. With bare foot I started walking on to the pavements, passing dark and smelly alleys, toward the crowds; to wherever my heart leads me to.
I saw people I thought I knew become just another faces in the crowd. The things I thought I have, turning into dust in my palm. The road ahead is dark and rocky, I thought I saw light at the end of it, but turns out it's just a vicious flash of the eyes of doubt that lurking behind shadows of the people.
Who am I?
Who are you?
Can we just stop pretending?
Is nowhere, a start? Because I started to questioning, is this the way I want my life to be? Should I change direction and risk everything I have for an unsure reality.
I’m not that strong. I’m not that brave.
Can you just untie your heart and listen to what my heart is dying for?
The night is old and I lost my bold.
Sunday, May 17, 2009
Bingung, gamang, gak jelas. (eghh... masa sih?)
Dua minggu belakangan ini aku merasakan terlalu banyak
Sampai-sampai sekarang aku tak lagi bisa merasakan apa-apa
Tapi tidak juga mati rasa, Aku seperti mengambang
di antara kepastian dan ketidakpastian
Tapi apa benar seberat itu?
Atau...
Ini hanyalah ketakutan yang dikarang oleh diri sendiri
Mental cemen yang kurang disemen dengan keberanian
Kena guncangan sedikit langsung patah arang
Dasar Drama King!
Setiap ada keraguan, prasangka dan drama langsung mengambil peran
Hm.. yang mana ya?
Pilihan atau suratan?
Duuuh.. yang satu aja belum terjawab, muncul pertanyaan lain.
Hm... tapi pertanyaan kedua ini gua bisa jawab... Pilihan. Karena hidup adalah soal pilihan.
Sampai-sampai sekarang aku tak lagi bisa merasakan apa-apa
Tapi tidak juga mati rasa, Aku seperti mengambang
di antara kepastian dan ketidakpastian
Tapi apa benar seberat itu?
Atau...
Ini hanyalah ketakutan yang dikarang oleh diri sendiri
Mental cemen yang kurang disemen dengan keberanian
Kena guncangan sedikit langsung patah arang
Dasar Drama King!
Setiap ada keraguan, prasangka dan drama langsung mengambil peran
Hm.. yang mana ya?
Pilihan atau suratan?
Duuuh.. yang satu aja belum terjawab, muncul pertanyaan lain.
Hm... tapi pertanyaan kedua ini gua bisa jawab... Pilihan. Karena hidup adalah soal pilihan.
Monday, May 4, 2009
Hari kedua kantor baru...
Tengah hari baru lewat setengah. The Nunung CS sedang bersenandung dari dalam speaker hitam di mejaku. Percobaan dan usaha untuk menembus perisai semu bernama "Skpetis sama orang baru" mungkin akan lebih mudah dengan irama yang bisa bergoyang di hati. Beberapa orang terlihat membesitkan sedikit senyum terhibur, walau lebih karena The Nunung CS. Gua cukup senang. Mungkin ini awal.
Malam ini bakal lembur. Brainstorm dengan cara yang belum pernah gua alamin sebelumnya. Malam ini adalah saatnya, bisa jadi awal dan akhir dalam satu paket. tapi, kata seorang teman, gua harus adil sama diri gua sendiri. Jadi, dalam hati, gua beranikan menyakinkan diri, kalau masih ada kemungkinan paket lain, yaitu awal dan harapan.
Gua harus siap. kali ini gak boleh kalah sama diri sendiri.
Today is the day, but somehow if you fail, then tomorrow still always could be the day, or the day after tomorrow, or the day after the day after tomorrow.
Malam ini bakal lembur. Brainstorm dengan cara yang belum pernah gua alamin sebelumnya. Malam ini adalah saatnya, bisa jadi awal dan akhir dalam satu paket. tapi, kata seorang teman, gua harus adil sama diri gua sendiri. Jadi, dalam hati, gua beranikan menyakinkan diri, kalau masih ada kemungkinan paket lain, yaitu awal dan harapan.
Gua harus siap. kali ini gak boleh kalah sama diri sendiri.
Today is the day, but somehow if you fail, then tomorrow still always could be the day, or the day after tomorrow, or the day after the day after tomorrow.
Friday, April 24, 2009
Jujur itu susah banget!
Seberapa sering sih kita berani jujur sama diri sendiri?
Kalau gua, jarang. Karena pura-pura itu lebih gampang daripada harus mengakui kalau kita gak pantes.
Apalagi orang lain lebih mudah menilai seperti apa kita, ketimbang siapa kita. Jadinya kita lebih sering mengambil pilihan untuk menyenangkan orang lain, padahal kita tahu kita gak sanggup.
tapi apa lo gak capek dengan semua drama yang lo lakonin hanya demi harga diri lo sendiri. Tahu gak sih, harga diri kita tuh gak cukup berharga untuk bisa membuat kita happy.
Emang kenapa kalau kita ditinggalin sama orang-orang karena memilih jalan kita sendiri? Emang kenapa kalau kita jadi keliatan aneh karena gak mengikuti arus?
Apa salahnya mendengarkan kata hati yang mungkin gak selalu benar. Dan apa salahnya mengambil jalan yang salah? Kalau dengan salah kita bisa belajar jadi benar.
Perasaan kesepian dan kecil yang membuat seakan-akan gak ada jalan lain selain menjalani pilihan yang bukan pilihan kita. Kita jadi sering takut gak bisa membahagiakan orang lain. Tapi apa lo yakin keputusan lo akan berakibat sebaliknya?
Kalau ternyata gak, kita mau salahin siapa? Orang-orang yang ingin kita bahagiakan? atau menyalahkan diri sendiri dan menyesal seumur hidup?
Penyesalan itu cuma hadir ketika kita mengambil sebuah keputusan, baik itu benar atau salah, gak dari hati kita yang paling dalam. Gak jujur. Kalau kita sudah jujur dari awal, pasti sesalah apapun hasilnya nanti, kita akan punya tenaga dan keberanian untuk bangkit dan memperbaiki semuanya.
Dan jangan pernah memilih semata-mata untuk membahagiakan orang lain. Gua percaya nasib kita adalah milik kita sendiri. Jadi mau bahagia atau gak, kita juga yang bisa menentukan. Kalau orang-orang yang takut lo kecewain itu benar-benar sayang sama elo, mereka pasti bisa mengerti apapun keputusan yang elo ambil.
tapi kalau gak, yaaa simpel aja sih, berarti mereka bukan orang-orang yang pantes mendapatkan pengorbanan elo. Karena mereka gak benar-benar sayang sama elo.
Thats' it. end of story.
If life is complicated, just uncomplicated it. That's simple in theory. But at real life, it's always our choice to make it, easy or hard.
Kalau gua, jarang. Karena pura-pura itu lebih gampang daripada harus mengakui kalau kita gak pantes.
Apalagi orang lain lebih mudah menilai seperti apa kita, ketimbang siapa kita. Jadinya kita lebih sering mengambil pilihan untuk menyenangkan orang lain, padahal kita tahu kita gak sanggup.
tapi apa lo gak capek dengan semua drama yang lo lakonin hanya demi harga diri lo sendiri. Tahu gak sih, harga diri kita tuh gak cukup berharga untuk bisa membuat kita happy.
Emang kenapa kalau kita ditinggalin sama orang-orang karena memilih jalan kita sendiri? Emang kenapa kalau kita jadi keliatan aneh karena gak mengikuti arus?
Apa salahnya mendengarkan kata hati yang mungkin gak selalu benar. Dan apa salahnya mengambil jalan yang salah? Kalau dengan salah kita bisa belajar jadi benar.
Perasaan kesepian dan kecil yang membuat seakan-akan gak ada jalan lain selain menjalani pilihan yang bukan pilihan kita. Kita jadi sering takut gak bisa membahagiakan orang lain. Tapi apa lo yakin keputusan lo akan berakibat sebaliknya?
Kalau ternyata gak, kita mau salahin siapa? Orang-orang yang ingin kita bahagiakan? atau menyalahkan diri sendiri dan menyesal seumur hidup?
Penyesalan itu cuma hadir ketika kita mengambil sebuah keputusan, baik itu benar atau salah, gak dari hati kita yang paling dalam. Gak jujur. Kalau kita sudah jujur dari awal, pasti sesalah apapun hasilnya nanti, kita akan punya tenaga dan keberanian untuk bangkit dan memperbaiki semuanya.
Dan jangan pernah memilih semata-mata untuk membahagiakan orang lain. Gua percaya nasib kita adalah milik kita sendiri. Jadi mau bahagia atau gak, kita juga yang bisa menentukan. Kalau orang-orang yang takut lo kecewain itu benar-benar sayang sama elo, mereka pasti bisa mengerti apapun keputusan yang elo ambil.
tapi kalau gak, yaaa simpel aja sih, berarti mereka bukan orang-orang yang pantes mendapatkan pengorbanan elo. Karena mereka gak benar-benar sayang sama elo.
Thats' it. end of story.
If life is complicated, just uncomplicated it. That's simple in theory. But at real life, it's always our choice to make it, easy or hard.
Friday, April 3, 2009
Pada sebuah hujan
Hujan berlompatan riang di atap-atap mobil
Sambil berdendang lirik rintik romantis
Langit pun meredup, tiada gelap, tiada terik
Sejuk bagai senyum ramah seorang wanita tua
Yang senang mengamati cucu-cucunya sedang riang bermain
Sambil berdendang lirik rintik romantis
Langit pun meredup, tiada gelap, tiada terik
Sejuk bagai senyum ramah seorang wanita tua
Yang senang mengamati cucu-cucunya sedang riang bermain
Subscribe to:
Posts (Atom)