Wednesday, November 19, 2008

What makes man a man?

Rain has pouring all night long as I sat here pondering,

suddenly one question sprang restlessly

What makes man a man?

Is it his courage toward his worry?

Is it his willingness to let go what he can’t truly posses?

Is it the faith in his heart instead of his head?

Is it the choices he takes?

Is it the pain that he keeps for himself for not wanting others to worried?

Is it for all the disappointments that one could not know what to do, but too let them bite him bit by bit?

Is it through eagerness to stand again in the face of failure?

Is it by keeping the promises one pledge deep in his heart?

Is it by daring not to remorse at the mistakes he made?

Is it for the dreams his is chasing?

Is it the guts to face the truths, no matter how mean they are?

As the soft rain falling quietly on the rooftop, I finally get my answer,

What makes man a man…

It is his heart.

Thursday, October 16, 2008

Berharap, jangan. berharap, jangan. Berharap deh! eh, jangan deh! eh...

Orang-orang bilang kalau kita sangat menginginkan sesuatu, jangan pernah mengharapkannya terlalu sungguh. Kalau semakin "ngebet", malah gak dapet.

Tapi susah juga ya kalau kita harus berpura-pura gak butuh padahal di dalam hati sudah bergemuruh. Rasanya nyiksa banget ketika kita sedang berpura-pura tak terjadi apa-apa, tapi di saat yang sama ada rasa di dalam yang berontak untuk dilihat dan didengar. Sekeras apa pun kita berusaha mengalihkan perhatian, tapi seketika pikiran sedang kosong, barang sedetik pun, suara-suara itu akan kembali terdengar.

Pernah gak sih kita berpikir, mungkin yang salah adalah cara kita dalam sungguh-sungguh mengharapkan sesuatu. Gimana kalau ternyata kuatnya harapan kita gak didukung dengan usaha yang keras dan keberanian untuk gagal. Jadi setiap hari bisanya cuma ngkhayal mulu tanpa ada action. wew. wew lagi. sekali lagi, wew.

Kesimpulannya adalah... kalau kita benar-benar menginginkan sesuatu, USAHA! dan jangan pernah berhenti berharap.

Jadi sementara gua terus berharap akan kesempatan karir yang pernah singgah di depan mata (dan sekarang mungkin masih), yaaa... gua akan terus berkarya sekuat tenaga.

Tuesday, September 23, 2008

Kenapa susah?

Jujur. Kenapa susah?

Kenapa selalu dianggap sepele?

Padahal sudah dari kecil diajarin

Dicekokin sampai muntah-muntah

Tapi kenapa tetap gak jujur?

Lantas buat apa belajar?

Kalau bisanya cuma omong besar

Sama sendiri aja terus mendua

Setiap ada yang memiliki

Diam-diam memendam damba

Sembunyi-sembunyi mengambil jatah

Kalau sudah begitu,

Lebih baik pantang berikrar

Tebang pohon yang mengukir jejak

Simpan panji-panji yang meneriaki janji

Jalani dulu semua

Searah kemana angin bertiup

Sambil mencari hingga menjadi pasti

Karena jujur butuh waktu

Dan pengorbanan yang gak sedikit

Memang serakah sudah mendasar

kadang keras, kadang selaras

hidup adalah lalu lintas dua arah

yang berantakan

ketika tak ada yang mengalah

Monday, September 22, 2008

Reuni sekilas lalu

Kata orang ada tiga hal yang bisa membuat kita berkumpul dengan teman-teman lama; pernikahan, kelahiran, dan kematian. Tapi malam itu, di sebuah restoran khas asia minimalis di belakang Jalan Thamrin, 10 orang berkumpul kembali atas nama penderitaan.

Walau tidak lagi dipenuhi keluhan dan umpatan tentang "dia yang namanya malas disebut", kami tetap berbagi tawa dan cerita (baca: gosip) :p. Entah hanya gua atau semua, tapi rasanya tidak lagi seseru dulu, ketika kita masih sama-sama berjuang. Hal itu bukan karena intensitas pertemuan yang renggang, tapi lebih karena kebersamaan yang dulu terasa utuh, telah gumpal di sana-sini. Si ini sudah bermusuhan dengan si itu yang tadinya bersahabat seperti wortel dan buncis. Beberapa orang tidak bisa datang, ada yang sakit, masih lembur, dan beberapa yang mungkin memang malas.

Apa mungkin karena yang menyatukan kita adalah penderitaan jadi "lem nya" kurang rekat. Atau mungkin, memang intensitas waktu saja yang berperan. Akhhh... males mikirnya!

Memang tak banyak kenangan yang bisa disimpan dari malam itu, selain beberapa foto yang kini sudah tepampang di facebook atau friendster para pelakonnya. tapi ada satu harapan yang diam-diam gua titipkan pada rasi bintang di langit cerah malam itu, semoga suatu saat nanti bila reuni ini akan terulang, kita semua bisa berkumpul bersama seperti dulu, tanpa dendam tanpa basa-basi, dan hanya sedikit "dia yang namanya yang malas disebut."

Friday, September 19, 2008

love is abnormal

It's strange how love can make us do some crazy shitty things. Some people may say we are weird, but for some others, they might call it sincerity. But who are they to judge? it's our feeling, our spark of emotion. We cannot tolerate any prejudice to spoil what make days seems so warm and colorful. Were they in love before? Have they ever wanted, so desperately to become an important story in somebody's life? or they just blinded by this thing call normality? Where as, life has never been that simple. Life would be boring if everything just falls in to the right place.

Love never mean to hurt if it just only a stare, if it only just a hello, or a smile, or a simple walk to to the door. It just love, for god sake! aren't we suppose to fight the opposite of it? so why do they isolate people for loving someone? Is it because how we show it? if it is, I'm sorry for i will never be you.

And now i said to all of you, I'm a strange person when I'm in love. True love would make me do some silly things but never to push that someone into agony.

Dedicated to all of you that feels love is a normal thing, and to some people that feels they are not good enough to love and be loved just because they are different.

Thursday, September 18, 2008

Renovated



Ketika banyak orang berbondong-bondong pindah ke rumah baru, aku memilih untuk merenovasi saja. Aku lukiskan rasa di dinding-dinding rumahku, ku hiasi dengan sewarna yang ikut membentuk aku menjadi aku, dan ku sematkan juga harapan-harapan baru di kusen di atas pintu, untuk menolak bala.

Inilah rumah lamaku yang menjadi baru. Silahkan berkunjung, mohon maaf bila suguhannya hanya sederhana, tapi itu tulus tak ternyana.

Selamat datang! ;)