Monday, June 30, 2008
itu lagi itu lagi....
Sangking keselnya gua dengan pertanyaan ini, gua selalu menjawab "delapan tahun lagi" kenapa delapan? ya... gak tahu, nyeplos aja sih. Mereka yang mendengar jawaban gua spontan langsung shock (atau pura-pura shock) sambil memegang dada sebelah kiri dan berkata dengan nada tinggi "ya ampuuuun"! Parahnya lagi, ternyata salah satu teman nyokap gua yang kepoh, sampe ngadu ke dia;
"itu tuh si titi (jangan salah baca atau sengaja disalah-salahin ya...) katanya baru mau kawin delapan tahun lagi!" mencoba memprovokasi. kamu bilangin Shien (panggilan nyokap) sama titi jangan kelamaan."
please de. sekali lagi, PLEASE DE!
bukannya gua gak mau nikah, tapi... nikah itu gak gampang? coba ya lo bayangin, kalau lo nikah berati lo udah harus siap hidup sama orang itu sampai tua, sampai matee. Lo gak cuma bisa membuka diri untuk kebaikan pasangan elo, tapi semua keburukan dan kebusukan dia juga harus siap lo telen. Urusan berubah atau gak ya... awalnya kan tetep harus kita terima dulu tuh semua. kalau belum siap ya... mendingan gak usah. Gua gak mau menyiksa diri apalagi kalau cuma karena alasan nafsu atau cinta palsu. Gak baca koran atau nonton acara BUSER atau apa kek acara-acara kriminalitas di TV? Suami bunuh istrinya karena istrinya nyeleweng, istri nyeleweng sama sahabat suaminya, tetangga lagi, suami pergi ninggalin istrinya, istrinya bunuh diri... Iiiih.... amit-amit, haram, najis jangan sampai gua terjebak sama kayak yang begituan. Hina!
Belakangan ini badai pertanyaan itu sih udah mulai mereda, walau kadang masih ada aja yang rese. Mungkin karena gua gak pernah lagi ambil pusing soal itu. kalau ada yang tanya ya... gua jawab aja sambil lalu atau dengan candaan.
People will never stop talking. it's their right to talk. But it's also our right not to listen and not to carrying it into our heart.
PS: Penat yang sudah terpendam selama 6 bulan, akhirnya keluaaaar juga,,, Fiuuuh...
Monday, June 9, 2008
Di puncak alam
Di puncak gunung penanjakan
ketika semesta malam masih bertahta
aku berdiri menanti
sang kaisar pagi menampakan diri
langit malam bertabur pasir bintang
kerlipnya begitu indah terasa dekat
rasanya sanggup kuraup segenggam
untukku sebar ketika malamku tiba
Dingin merayap pelan
di balik baju-baju tebal
di sekelilingku,
orang-orang berpelukan mesra
mencari kehangatan melawan dingin
di balik selimut
di dalam cinta
bisikan alam terdengar lembut
serupa desiran angin
yang dingin di daun telinga
di antara tawa dan bicara
perlahan
langit gelap berubah terang
pagi menyapukan kuasnya
menorehkan semburat merah keemasan
megah di ujung langit
Aku berada setinggi awan
namun bukan melayang
melainkan bediri tegak
menjejak ibu pertiwi
hamparan langit luas
tersajikan tanpa batas
seluas hati
dalam nasihat orang-orang tua
di ujung lain,
sebuah gunung
menghembuskan asap tebal abu-abu
wajahnya penuh keriput
seperti seorang kakek
yang sedang menikmati sebatang kreteknya
Akhirnya,
sang kala pun terbit
bulat sempurna
merah menyala
bagai bara api
merayap lambat
di dinding langit kebiruan
Semua terperangah
memanahkan tatap ke ujung sana
sementara kagum merekah di dalam dada
hati tak percaya betapa menakjubkan
alam negeri ini
Wednesday, June 4, 2008
who is the invisible?
is he part of me?
because he look like me
he act like me
he even talk like me
i can feel him
but i can't touch him
i can see him
but i can't reach him
sometimes he makes me stronger
some other times he makes me fell like I'm nothing
who is the invisible?
he look like me
he act like me
he even talk like me
is he part of me?
Friday, May 23, 2008
Just another night with the invisible
Malam begitu diam
Sendiri
Menepi di pinggir hati
Yang mulai lelah menanti
Fajar yang tak kunjung hadir
Angin malam pun terpaku
Tak lagi terdengar tawanya
Seperti waktu lalu
Ketika bercanda mesra
dengan bel angin yang sekarang
ikut membisu, dingin
Sesekali raung mesin motor
Membelah diamnya malam
Mencoba dialog
Yang tak berarti
Yang sekejap lenyap
Bersama asap kretek
Hembusan sang penjaga malam
Monday, May 19, 2008
sebuah percakapan 2 orang yang sedang mencari
gue: wohoi cucuku
mario diwanto: hai opa! di mana?
gue: rumah
gue: lo?
mario diwanto: wah bisa ol dirumah ya? g nebeng disana aj y, hehehe...g lago diwarnet, dkt rumah
mario diwanto: hehehe....udah mau expired, blm ngapa-ngapain;p busy with my own mind and life;p
gue: ehehuehe
gue: apanya expired?
(hilang akibat internet connection tolol putus mulu)
mario diwanto: Travel Warning
gue: blom nih
gue: rencananya minggu ini
gue: hehehhee
gue: lagi hectic
gue: gua juga mau ketemu orang buat minta foto, tapi doi msh sibuk gt
mario diwanto: wah, semoga berhasil
gue: lo gak jadi ikutan?
mario diwanto: hehehe....g dukung lu aj, ga enak kalo ntar g kirim malah g yg menang (hahaha...
gue: heuhuehheuhe
gue: mar
: kalo lo mang suka iklan
: lo coba aja bikin iklan
: produknya apa aja
: atau yang menjual diri lo sendiri
: apa kelebihan lo?
mario diwanto: hmmmhh... actually g merenungkan ini beberapa hari belakangan, g jadi ngga fokus dng kehidupan... mau cari kerjaan baru, mau belajar iklan, dsb... satu lagi, g ngga ada kompi, jd kesulitan untuk bikin2 gituan... jadi sementara ini g berusaha fokus dulu utk di bidang g dulu d Win...
mario diwanto: nih g lagi apply kerjaan;p
gue: sebetulnya
: lo emang harus putusin arah lo sih
: mau kemana
: tapi gua juga tahu itu butuh waktu
: karena sejujurnya gua juga seperti elo
: masih mencari yang tepat
: gua suka iklan, tapi gua sendiri blom PD bgt
: gua juga suka film dan novel
: yg gua tahu gua suka nulis
: tapi gua gak tahu apa gua bisa berhasil
: tapi...
: semakin gua pikirin hal-hal ini gua semakin tersesat
: gak ketemu jawabannya
: karena menurut gua hidup itu untuk dijalanin
: bukan dipikirin terlalu banyak
: jadi… gua lagi memberanikan diri untuk membuka diri gua
: kpd segala kemungkinan yang ada
: berani coba2 banyak hal, ketemu orang2 baru
: jangan down mar, kita saling menyemangati
: dan sama2 terus mencari
: uheuhuehe
mario diwanto: yuppy.... correct!! Kadang realita "memaksa" kita jauh dari cita2 hahaha...ekstrem memang, hidup punya tuntutan...sementara hati punya impian yang acapkali saling bertentangan;p
mario diwanto: Rasanya terlalu "muluk-muluk" dan "nekat" untuk terjun bebas. So, yg penting adalah walk with GOD, ask his guidance
gue: sebetulnya impian dan tuntutan itu, satu
: karena impian kita juga bisa menghidupi tuntutan kita
: masalahnya adalah keberanian untuk mencoba dan ambil resiko
: kadang orang-orang gak berani ambil lompatan
: takut jatuh
: padahal kan pilihannya ada dua, jatuh atau berhasil
: tapi, kenapa cuma satu pillihan aja yg sepertinya nyata
: gua setuju juga mar, that we have to walk with God
: but sometimes, we have to push harder
: stop waiting for miracle to happen
: instead, we go out there and make our own miracle
mario diwanto: Agree Uncle! I think i'm still in process...mencari yg tepat...huehehhe....ngga abisnya ya klo talk about dreams and reality. Benar, idealnya mimpi bisa menjawab tuntutan hidup....keren bgt klo bisa mencapai itu ya...amin;p
mario diwanto: Sukar menjadi idealis sekaligus realistis y...
gue : huehuehuehe
mario diwanto: huhuehehehehee....
mario diwanto: bingung saya harus berkata apa;p
Edwin Siswanto: hahaha
mario diwanto: So, for now. I'm trying to focus first. Prepare for future
gue : uhauhuah
: but you know...
: dreams are the future
mario diwanto: Yes.... Dreams....are not Dream, maybe in my journey, I can found my another dream;p hehehe
Edwin Siswanto: hahahha
mario diwanto: jadi kesimpulannya...
mario diwanto: kapan nih reunian? hahaha...
gue : hm...
: ngemeng doank nih
: minggu depan gmn?
mario diwanto: ahhahahaaaa.....itu salah satu hobi, ngomong doang;p
mario diwanto: Mesti tanya2 Surya dan ALbert dulu...
gue : surya lagi di
mario diwanto: Surya skrg kerjaannya keliling dunia, udah tau blm lu?
gue : iy'a
: terakhir ke cina ya? seru juga tuh
mario diwanto: kayanya masih di S'pore
mario diwanto:
mario diwanto: udahan dulu y...
gue : ya sud'
: stop calling me
mario diwanto: mau djalan-djalan ke djakarta tempo doeloe nih;p
gue : hue?
: goed bye kalaoe gtoe
Adik terkecil

sesosok makhluk berbulu emas
dengan mata polos hitam besar
yang menjadi senjata untuk memelas
hidung hitamnya yang selalu basah
bertengger tepat diujung moncong yang mancung
dengan tumpukan gigi tumpul kecil-kecil
di dalamnya
kadang galak menyalak
tapi sekali digertak
lari mendadak
Kucing sahabatnya
begitu juga Anjing
semut, dan lalat
betis kakakku
adalah pelampiasan hasratnya
setelah itu pergi
tanpa sepeserpun
atau gonggongan terima kasih
Leo namanya
panggilannya
semua nama yang muncul
di kepala yang memanggilnya
Orang-orang melihatnya
sebagai anjing yang resah dan selalu curiga
bagi kami dia juga bodoh dan lugu
tapi dia bukan anjing
dia adik kita yang paling kecil
dan akan selalu kecil
sampai sejauh apapun waktu bergulir